
Bagikan produk ini :
Vanilin
- Asal
- : China
- Nomor CAS
- : 121-33-5
- Kode HS
- : 2912.41.00
Info Dasar
- Nama IUPAC
- : 4-hydroxy-3-methoxybenzaldehyde
- Formula molekul
- : C8H8O3
- Berat molekul (g/mol)
- : 152.1500
- Sinonim & Nama Dagang
- : Vanillin; Vanilla aldehyde; 3-Methoxy-4-hydroxybenzaldehyde; E620
- Kemurnian/Uji (%)
- : 99% min
- Kelas/Tingkat Kualitas
- : Kelas Makanan
- Bentuk Fisik
- : Padat
- Konsentrasi
- : Pure substance
- Penampilan/Warna
- : White to off-white solid
- Bau
- : Vanilla
- Titik lebur (° C)
- : 82.0000
- Titik didih (° C)
- : 285
- Kepadatan (g/cm³)
- : 1.0560
- Kelarutan dalam Air
- : Slightly soluble
- Nomor PBB
- : Not applicable
- Pernyataan H
- : None
- Pernyataan P
- : P260
- Status REACH
- : Registered
- Status Prekursor Obat
- : Non-precursor
- Kelas Penyimpanan (GHS)
- : 13
- Kondisi Penyimpanan
- : Cool, dry, dark place; avoid moisture
Kategori
Bagikan produk ini :
Ikhtisar Singkat
Vanillin adalah aldehida fenolik dengan rumus molekul C8H8O3 dan terdiri dari gugus fungsional aldehida, hidroksil, dan eter. Vanillin secara alami ditemukan pada spesies tanaman seperti Leptotes bicolor dan pinus merah China. Vanillin pertama kali diisolasi sebagai zat yang relatif murni pada tahun 1858 oleh Nicolas-Theodore Gobley dengan menguapkan ekstrak vanila hingga kering dan mengkristal ulang padatan yang dihasilkan dari air panas. Vanillin digunakan dalam industri makanan sebagai agen penyedap murah untuk makanan.
Proses Manufaktur
Sintesis komersial pertama vanillin alami disintesis dari senyawa alami yang disebut eugenol, ditemukan dalam minyak cengkeh dan limbah bahan Lignin. Vanilin buatan komersial dibuat dari guaiacol atau lignin. Itu juga disiapkan secara alami dari polong biji vanilla planifolia. Vanillin disintesis secara kimiawi dimana guaiacol bereaksi dengan asam glioksilat dengan substitusi aromatik elektrofilik. Asam vanillylmandelic yang dihasilkan diubah melalui asam 4-hidroksi-3-metoksifenilglioksilat menjadi vanilin dengan dekarboksilasi oksidatif.
